Pemkab Gresik dan DPRD Dorong Pengelolaan Media Sosial OPD yang Lebih Bijak dan Berkualitas

Gresik, 16 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Gresik Newsroom yang diikuti oleh seluruh admin media sosial Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik, Kamis (16/10).


Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus diskusi terbuka mengenai pengelolaan konten dan strategi komunikasi publik di lingkungan Pemkab Gresik, terutama dalam menghadapi dinamika informasi di media sosial.


Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Gresik, Nursaidah, menekankan pentingnya keseriusan dan konsistensi dalam mengelola media sosial OPD.


“Medsos itu hanya sarana publikasi, tapi jika dikelola dengan konsisten dan profesional, bisa menjadi media yang berdayaguna dan memberikan nilai tambah bagi instansi. Jika pengelolaannya sudah berjalan optimal, tentu perlu dipikirkan juga bagaimana sistem pengaturannya,” ujar Nursaidah.


Menurutnya, banyak program pemerintah daerah yang belum tersampaikan secara luas karena kurangnya pembaruan informasi dan penyajian konten yang menarik.


“Konten harus digarap serius. Banyak program pemerintah yang tidak tersiarkan karena tidak ada pembaruan informasi yang lebih baik,” tegasnya.


Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Gresik lainnya, Khoirul Huda, mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dan etika dalam mengelola media sosial pemerintah.


“Laporan apa pun tetap ditanggapi, dan tanggapan harus bijak. Medsos bisa terjadi apa pun, maka yang menjadi admin ini harus bijak. Kadang tulisan kita itu benar, tapi kita harus bijak dalam membuat pengelolaan informasi kepada publik,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa pemerintah harus terus berinovasi dan menghadirkan konten yang berkualitas agar tidak terjebak pada hal-hal seremonial.


“Bahwa memang pemerintah ini boleh jadi selalu salah meskipun banyak berbuat, sehingga kita perlu kreativitas. Kualitas konten jangan seremonial saja, masyarakat juga bisa bosan melihat media sosial,” imbuhnya.


Dari sisi teknis komunikasi, Istiqlaliah Dian Cahyani, memberikan evaluasi mengenai pola publikasi yang dilakukan oleh sejumlah OPD.


“Terlalu banyak konten juga kurang efektif. Kalau publikasi berlebihan dan tidak fokus, justru membuat audiens malas. Konten yang terlalu beragam tanpa segmentasi bisa menurunkan efektivitas komunikasi,” jelasnya.


Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Gresik Newsroom ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik untuk memperkuat kapasitas pengelola media sosial OPD, agar lebih strategis, terarah, dan berdampak bagi masyarakat.