Pengusaha Nasional Kunjungi Gresik dalam DISWAY Explore Business
Gresik, 25 Januari 2026 – Puluhan pengusaha nasional lintas sektor mengunjungi Kabupaten Gresik dalam kegiatan DISWAY Explore Business with Dahlan Iskan, Minggu (25/01).
Kegiatan yang bertempat di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik ini menjadi ruang temu antara pelaku usaha dan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk melihat langsung potensi daerah serta arah kebijakan investasi yang berpihak pada masyarakat.
Setibanya di Gresik, para pengusaha disambut dengan suguhan makanan khas daerah sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengenalan identitas lokal. Beragam kuliner disajikan, dengan sego krawu, kuliner legendaris Gresik, menjadi menu yang paling diminati. Sajian nasi dengan daging suwir berbumbu khas tersebut tercatat paling laris dan ludes lebih dulu, menarik perhatian para tamu.
Sebelum melanjutkan agenda di Pemerintah Kabupaten Gresik, rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar, kawasan industri terintegrasi yang menjadi salah satu penggerak utama investasi nasional dan internasional di Jawa Timur. Di lokasi ini, para pengusaha mendapatkan gambaran langsung mengenai kesiapan infrastruktur, konektivitas pelabuhan, serta ekosistem industri yang menopang iklim usaha di Kabupaten Gresik.
Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari beragam skala usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar, serta lintas sektor. Keragaman tersebut mencerminkan ekosistem usaha Gresik yang inklusif dan terbuka untuk kolaborasi.
Usai kunjungan ke KEK JIIPE, para pengusaha melanjutkan agenda dengan audiensi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik di Kantor Bupati Gresik.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten II Setda Gresik Misbahul Munir, serta Kepala DPMPTSP Gresik Reza Pahlevi. Turut hadir pula founder Harian Disway Dahlan Iskan, Direktur Utama Harian Disway Tomy Gutomo, dan Direktur Keuangan Harian Disway Anni Wong.
Dalam sesi dialog interaktif, Dahlan Iskan memimpin tanya jawab dengan para peserta, menggali potensi dan kekhasan Gresik dari sudut pandang pelaku usaha. Salah satu fakta menarik yang mencuat dalam diskusi adalah pengakuan Wakil Bupati Gresik bahwa bandeng dengan cita rasa terbaik berasal dari Gresik, sejalan dengan posisi Gresik sebagai salah satu sentra perikanan unggulan di Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan.
“Investasi kami dorong untuk tumbuh, namun prinsipnya jelas: investasi meningkat, angka kemiskinan harus turun. Optimalisasi tenaga kerja asal Gresik menjadi prioritas sebelum merekrut dari luar daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Gresik menyiapkan tenaga kerja melalui berbagai pelatihan bersertifikat BNSP, serta membuka ruang aduan secara terbuka apabila terdapat hambatan perizinan.
Komitmen tersebut diperkuat dengan implementasi Perda Nomor 7 Tahun 2022 yang diatur lebih lanjut melalui Perbup Nomor 71 Tahun 2024, yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan minimal 60 persen tenaga kerja asal Gresik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa kebijakan investasi di Gresik berlandaskan prinsip kemaslahatan masyarakat.
“Investasi di Kabupaten Gresik tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan capaian dan keunggulan sektor unggulan daerah. Selain dikenal sebagai kota industri, Gresik merupakan sentra penghasil bandeng dan termasuk lima besar daerah penghasil beras di Jawa Timur. Dari sisi investasi, Gresik tercatat sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi di Jawa Timur dengan capaian Rp29,4 triliun dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga memperkenalkan lima Investment Project Ready to Offer (IPRO) kepada para pengusaha, meliputi Industri Pengolahan Logam Tembaga, Industri Alat dan Mesin Pertanian, Industri Hilirisasi Timah, Industri Garam Farmasi, serta Unit Pengolahan Ikan (UPI) bernilai tambah.
Salah satu peserta, Amy Yulia, pelaku usaha asal Gresik, menyampaikan bahwa iklim usaha dan perizinan di Gresik selama ini berjalan kondusif.
“Perizinan relatif lancar dan masyarakat menerima dengan baik. Ini memberi rasa aman bagi kami untuk terus berkembang di Gresik,” ujarnya.
Melalui DISWAY Explore Business with Dahlan Iskan, kunjungan ini menjadi momentum pertemuan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lintas sektor. Tidak hanya menampilkan peluang investasi, kegiatan ini juga menegaskan bahwa pertumbuhan industri di Gresik berjalan seiring dengan identitas lokal, kekuatan ekonomi rakyat, serta keberpihakan pada masyarakat. (ani)

0 Comments