Posyandu Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting, TP PKK Gresik Galakkan Gerakan Posyandu Aktif di Desa Banter
Gresik, 27 Mei 2025 — Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif yang dilaksanakan di Desa Banter, Kecamatan Benjeng. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun 2025.
Ketua TP PKK Kabupaten Gresik menyampaikan bahwa posyandu saat ini telah menjadi layanan kesehatan dasar yang terintegrasi, atau dikenal sebagai ILP (Integrasi Layanan Primer). Posyandu ILP memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi seluruh siklus kehidupan dari balita hingga lansia.
"Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tapi juga ujung tombak pelayanan dasar kesehatan masyarakat yang holistik," tegasnya.
Di Kabupaten Gresik, tercatat ada 1.516 posyandu yang aktif, didukung oleh 7.776 kader yang sebagian besar telah menerapkan pendekatan ILP. Di Desa Banter sendiri, tercatat masih ada enam balita pengidap stunting pada tahun 2025. Meski cakupan kegiatan posyandu sudah mencapai 88%, masih diperlukan peningkatan agar bisa menembus angka di atas 90%.
Ketua TP PKK Gresik menekankan pentingnya peran aktif kader posyandu TP PKK Kecamatan dan Desa pembina dalam memantau serta memastikan kualitas pelayanan posyandu di tiap wilayah. “Setiap daerah punya tantangan masing-masing, karena itu kolaborasi dan pantauan rutin sangat penting,” ujarnya.
Untuk mendukung pengelolaan balita stunting secara digital dan terstruktur, telah tersedia aplikasi GUS (Gresik Urus Stunting). Aplikasi ini mengintegrasikan peran yanda bunda permata, yakni orang tua asuh yang secara sukarela memberikan bantuan berupa intervensi gizi seperti pangan olahan medis khusus (PKMK) yang direkomendasikan oleh dokter spesialis.
“Menjadi yanda bunda permata adalah gerakan mulia. Ini tentang memberi dan membantu mereka yang lebih membutuhkan demi masa depan generasi penerus,” ungkap Ketua TP PKK Gresik.
Kegiatan diakhiri dengan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk camat, kepala desa, kader PKK, dan lintas sektor di wilayah Kecamatan Kebomas, untuk bersama-sama menjadi pendamping balita stunting. Harapannya, melalui dukungan yang berkelanjutan, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gresik dapat membuahkan hasil nyata dan membawa dampak positif bagi kesehatan anak-anak Gresik di masa depan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Bupati Gresik, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua GOW Kabupaten Gresik, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gresik, Ketua Persit, Ketua Bhayangkari, Istri Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Ketua Ikatan Adyaksa Dharmakarini.Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik, Camat Benjeng, Kepala Desa Banter dan Kepala Puskesmas Metatu.

0 Comments