Haul Syekh Khujja: Tradisi Lebih dari Lima Abad yang Tetap Hidup di Giri Gresik

Gresik, 13 Mei 2025 – Haul Syekh Khujja kembali di gelar pada Selasa (13/5). Dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Ir. Achmad Washil Miftahurrahman, Camat Kebomas Trijoko Efendi, Kepala Bagian Kesra Yusuf Anshori, Kepala Desa Giri Khusnul Falah, serta undangan lainnya.


Puluhan warga juga hadir memadati kawasan pemakaman syekh khujja di kompleks pemakaman Giri, Kabupaten Gresik. Kegiatan keagamaan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun ini diyakini telah berlangsung selama lebih dari 500 tahun. 


Haul ini menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar Islam di Gresik dan penjaga nilai-nilai keislaman di kawasan Giri.


Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahurrahman menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam merawat makam dan kawasan religi Giri.


"Makam ini sejak dahulu telah terpelihara dengan baik. Hal ini mencerminkan kerja sama yang kuat antara masyarakat setempat dalam merawat dan menjaga kelestariannya," ujarnya.


Sekda juga menegaskan pentingnya revitalisasi kawasan Giri agar peninggalan sejarah Islam dapat terus terjaga.


“Kerajaan Giri dahulu merupakan kekuatan Islam yang mampu mengimbangi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Jangan sampai peninggalan sejarah ini hilang, rusak, atau bahkan dicuri. Kita ingin kawasan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cerita sejarah Gresik,” tambahnya.


Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Zimam, diikuti dengan khusyuk oleh para jamaah.


Wakil Pengurus Makam Syekh Khujja, Muhamad Ma’ruf, menjelaskan bahwa kegiatan haul rutin digelar setiap tanggal 15 bulan Selo (kalender Jawa) oleh masyarakat Pegiran dan sekitarnya.


“Syekh Khujja adalah seorang wali Allah dan penasehat Sunan Giri. Beliau merupakan santri dari Pasai yang dikirim oleh Syekh Maulana Ishaq untuk mendampingi Sunan Giri berdakwah,” ungkap Ma’ruf.


Menurutnya, peranan Syekh Khujja sangat besar dalam mendukung berdirinya Kerajaan Giri Kedaton, sehingga haul ini menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap jasa beliau dalam penyebaran Islam.


“Semoga syiar Islam di Gresik terus hidup, dan tradisi haul ini bisa dijaga sampai anak cucu kita,” harapnya.


Kegiatan haul juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Gotong royong tampak dalam penyediaan konsumsi hingga pengaturan teknis acara. Tradisi haul Syekh Khujja menjadi bagian dari kekayaan budaya religius Gresik dan memperkuat identitas kota santri (rad).